Camat Bukit Kapur, Ns. Teguh Widodo S.Kep., M.K.M, memimpin langsung rapat pembahasan rencana pemekaran Kecamatan Bukit Kapur..

Kamis 20 November 2025 bertempat di Aula Kantor Camat Bukit Kapur.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh empat orang Anggota DPRD Kota Dumai Dapil 3 Bukit Kapur, para lurah se-Kecamatan Bukit Kapur, para Ketua RT, LPMK, perwakilan Polsek, serta para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat/LAM yang memberikan dukungan dan pandangan dalam proses pembahasan rencana pemekaran wilayah tersebut.

Sesuai dengan arahan Wali Kota Dumai , penamaan kecamatan baru di wilayah Bukit Kapur diharapkan tetap mengusung nuansa Melayu. Hal ini dimaksudkan agar identitas budaya daerah dapat terjaga, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Dalam pembahasan pemekaran wilayah, sejumlah tokoh masyarakat juga memberikan pandangan serta usulan nama yang selaras dengan karakter Melayu dan sejarah kawasan tersebut. Usulan yang muncul antara lain “Kecamatan Bagan Besar Tuah Negeri” dengan ibu kota Bukit Nenas, sebagai wujud penghormatan terhadap nilai adat serta perjalanan panjang masyarakat di wilayah itu.

Selain itu, Kecamatan Bukit Kapur yang ada saat ini juga diharapkan dapat mengusung nama baru berupa “Bukit Kapur Madani”, sebagai simbol penguatan nilai kemasyarakatan, keharmonisan, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui pemekaran dan penamaan yang tepat, diharapkan kedua kecamatan nantinya mampu menjadi representasi kemajuan daerah tanpa meninggalkan jati diri Melayu yang menjadi ciri utama Kota Dumai.

Usulan Nama Kecamatan Baru

Dalam forum pembahasan pemekaran wilayah tersebut, disampaikan dua usulan nama kecamatan baru yang menjadi harapan masyarakat Bukit Kapur, yaitu:

1. Kecamatan Bagan Besar Tuah Negeri

Ibukota: Bukit Nenas
Nama ini menggambarkan doa dan harapan agar wilayah tersebut menjadi negeri yang bertuah, membawa keberkahan, serta menjadi pusat pertumbuhan baru bagi masyarakat.

2. Kecamatan Bukit Kapur Madani

Usulan ini mencerminkan cita-cita menjadikan wilayah yang madani—berperadaban, harmonis, religius, serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya Melayu

Kedua nama tersebut dipandang memiliki makna filosofis yang kuat serta mencerminkan jati diri masyarakat Melayu Dumai. Hal ini juga selaras dengan arahan Wali Kota Dumai agar setiap proses pemekaran wilayah tetap mengedepankan nuansa Melayu yang jelas, bermarwah, dan beradat.

Salah satu peserta rapat Ranji Bintaro.SH
Menyampaikan 

Kami, tokoh pemuda Bukit Nenas, menyampaikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan dalam forum pemekaran wilayah kecamatan. Keputusan ini sangat relevan dan menjadi momen penting, di mana kantor lama menjadi pusat pemerintahan baru, dan pemerintahan sebelumnya menempati gedung baru.

Terima kasih kepada para senior atas gagasan dan kontribusinya. Proses ini juga telah sejalan dengan ketentuan UUD No. 23 Tahun 2014, PP No. 17 Tahun 2018, dan PP No. 78 Tahun 2007.

Sebagai pemimpin Rapat Teguh Widodo mengatakan 

Terima kasih kepada seluruh unsur yang hadir pada Rapat Pembahasan Pemekaran Kecamatan Bukit Kapur.

Pemekaran ini adalah upaya bersama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dengan tetap menjaga identitas dan nilai-nilai Melayu sesuai arahan Wali Kota Dumai. Semoga musyawarah kita hari ini menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Bukit Kapur tutupnya