Terobosan Baru! Peneliti ITB Riau Pesisir dan UHT Pekanbaru Implementasikan AI untuk Cegah Stunting.
Dumai, 10-12-2025. — Upaya penanggulangan stunting memasuki babak baru dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di layanan kesehatan tingkat pertama. Pada Rabu (10/12/2025), tim peneliti dari ITB Riau Pesisir dan Universitas Hang Tuah (UHT) Pekanbaru mulai mengimplementasikan aplikasi AI untuk deteksi dini stunting di Puskesmas Bukit Kapur.
Inovasi ini merupakan bagian dari penelitian fundamental berjudul “Artificial Intelligence untuk Deteksi Dini Stunting: Inovasi Cerdas dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Anak”, yang digagas oleh Ir. Desyanti, M.Kom., dosen ITB Riau Pesisir, bersama Dr. Reno Renaldi dari UHT Pekanbaru. Puskesmas Bukit Kapur dan jaringan Posyandu di wilayah Bagan Besar menjadi mitra utama dalam implementasi lapangan.
Teknologi AI Masuk Layanan Kesehatan Anak
Pada kegiatan implementasi, tim peneliti memperkenalkan aplikasi berbasis AI yang mampu mendeteksi secara cepat risiko stunting, sekaligus memetakan faktor-faktor penyebabnya secara komprehensif. Aplikasi ini dirancang menggunakan teknik machine learning dan data mining, sehingga mampu memberikan hasil analisis yang lebih akurat, real-time, dan mudah dipahami oleh tenaga kesehatan.
Aplikasi tersebut tidak hanya menilai status gizi anak, tetapi juga menganalisis pola data riwayat kesehatan, lingkungan, dan perkembangan fisik, untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih tepat sasaran.
Dukungan Puskesmas Bukit Kapur
Kepala Puskesmas Bukit Kapur, dr. Eka Wahyudianingsih — yang diwakili oleh bagian Tata Usaha—menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik inovasi ini. Menurutnya, teknologi AI sangat membantu tenaga kesehatan dalam meningkatkan akurasi pemeriksaan, mempercepat alur layanan, serta memperbaiki proses dokumentasi yang selama ini dikerjakan secara manual.
"Kolaborasi seperti ini sangat kami butuhkan, terutama untuk memperkuat program pencegahan stunting yang menjadi fokus nasional," ujarnya.
Didanai Kemendikbudristek
Penelitian ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui pendanaan tahun 2025. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong inovasi digital yang mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya peningkatan kesehatan anak.
Tujuan Penelitian
Program penelitian ini diarahkan untuk:
- Mengembangkan sistem AI yang mampu mendeteksi risiko stunting secara akurat berbasis data lapangan.
- Mengidentifikasi faktor penyebab stunting untuk mendukung perencanaan intervensi kesehatan.
- Meningkatkan kualitas pelayanan gizi anak di Puskesmas dan Posyandu melalui teknologi yang mudah dioperasikan.
- Menstandarkan proses pemeriksaan tumbuh kembang agar lebih efisien dan terarah.
- Menguatkan kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan fasilitas kesehatan.
Manfaat Aplikasi AI
Aplikasi deteksi stunting ini dikembangkan untuk:
- Memberikan alat bantu digital bagi tenaga kesehatan untuk menilai status gizi secara real-time.
- Mempermudah penginputan data, pemantauan perkembangan anak, serta interpretasi hasil pengukuran.
- Menghasilkan rekomendasi berbasis AI mengenai potensi risiko stunting.
- Mempercepat proses pelaporan serta memudahkan evaluasi program kesehatan.
- Menyediakan dashboard analitik untuk memantau perkembangan anak secara berkelanjutan di tingkat Puskesmas maupun wilayah.
Langkah Awal Menuju Digitalisasi Layanan Gizi Anak
Implementasi ini menjadi momentum penting bagi transformasi digital di layanan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan teknologi AI, proses identifikasi risiko stunting diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, dan terstandarisasi, sehingga membantu pemerintah dan tenaga kesehatan dalam mempercepat penanganan stunting.
Penelitian dan implementasi yang dilakukan para akademisi ini diharapkan dapat menjadi model nasional bagi pengembangan aplikasi serupa di berbagai daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pusat layanan kesehatan.
Dengan langkah inovatif ini, Puskesmas Bukit Kapur menegaskan diri sebagai pelopor penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam peningkatan kualitas kesehatan anak di wilayah Dumai. (nhd).
admin